Di Balik Pena Abu Azzam
“Tidak ada kata yang jatuh ke bumi tanpa hisab, dan tidak ada kalimat yang tertulis tanpa pertanggungjawaban.” Kesadaran inilah yang menuntun jari-jemari saya di atas papan ketik.
Jika kelak raga tak lagi bernyawa dan lisan tak lagi mampu bersuara, biarkanlah tulisan-tulisan di sini yang melanjutkan tugasnya: bersaksi dan berbicara.
Internet adalah rimba raya informasi, tempat di mana kebenaran dan kesesatan seringkali bertukar rupa dalam hitungan detik. Di tengah derasnya arus data yang melalaikan ini, kita membutuhkan dermaga untuk sejenak berhenti, berpikir, dan menata kembali logika.
Selamat datang di dermaga kecil ini.
Di balik layar ini, saya, Amr Abdul Jabbar menulis dengan nama pena Abu Azzam Al-Banjary.
Blog ini lahir bukan dari keinginan untuk sekadar meramaikan lalu lintas internet, melainkan dari sebuah kesadaran mendalam akan kefanaan manusia. Bahwa kelak, lisan akan terkunci dan raga akan terkubur, namun tulisan memiliki “napas”-nya sendiri yang lebih panjang. Oleh karena itu, abuazzam.site saya dedikasikan sebagai Jurnal Dakwah Digital —sebuah ikhtiar untuk melawan arus lupa, merawat logika umat dari degradasi pemikiran, dan meninggalkan jejak yang akan menjadi hujjah di hadapan Allah.
Tentang Nama Pena
Nama yang saya gunakan ini bukanlah sekadar label, melainkan doa dan identitas yang terdiri dari dua bagian:
-
Abu Azzam (Kuniah): Ini adalah kuniah saya. Dalam bahasa Arab, ‘Azzam bermakna “tekad yang kuat” atau “kemauan yang keras”. Sebuah nama yang saya harap menjadi pengingat bagi diri sendiri untuk terus memiliki keteguhan hati dalam menuntut ilmu dan menyuarakan kebenaran.
-
Al-Banjary (Nisbah): Mungkin banyak yang mengira nisbah ini merujuk pada tanah Kalimantan yang masyhur dengan para ulamanya. Perlu saya luruskan, Al-Banjary yang saya gunakan adalah nisbah kepada kota kelahiran dan tempat tinggal saya: Kota Banjar, Jawa Barat (sering juga dikenal sebagai Banjar Patroman). Ini adalah sebuah kota kecil yang mungkin tidak sepopuler saudaranya di seberang pulau, namun memiliki tempat istimewa di hati saya. Penggunaan nisbah ini sekaligus menjadi ikhtiar kecil saya untuk mengenalkan keberadaan kota mungil di ujung timur Jawa Barat ini kepada khalayak yang lebih luas.
Siapa Saya?
Alfaqir bukanlah seorang ulama apalagi mufti, melainkan hanya seorang Tholibul Ilmi (penuntut ilmu) yang berusaha mengikat ilmu dengan tulisan. Saya adalah seorang Muslim yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, yang mencoba menuangkan keresahan sosial, catatan kajian, dan refleksi harian ke dalam wadah yang semoga bisa menjadi hujjah kebaikan di akhirat kelak. Fokus utama saya adalah pada literasi intelektual, Ghazwul Fikri (perang pemikiran), dan penanaman nilai-nilai Islam yang kaffah.
Apa yang Akan Anda Temukan di Blog ini?
Saya berusaha menyajikan konten yang tidak hanya menyentuh hati (emosional) tetapi juga memuaskan akal (intelektual) berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah. Saya juga mengajak Anda untuk tidak sekadar membaca, tapi merenung. Tulisan di blog ini terbagi dalam beberapa pilar utama:
• Aqidah & Manhaj: Memegang teguh prinsip di tengah gempuran syubhat pemikiran modern.
• Kajian Islam: Materi tematik seputar Aqidah, Fiqh, Tafsir dan Hadits.
• Kritik Sosial & Isu Kontemporer: Membedah fenomena kekinian (sosial, politik, dan gaya hidup) dengan kacamata syariat yang jujur dan tegas.
• Mahfuzhat & Hikmah: Menggali kembali mutiara kebijaksanaan ulama terdahulu dan relevansinya dengan kehidupan hari ini.
• Edukasi & Referensi: Resensi buku dan materi kajian untuk para penuntut ilmu.
Mari berjalan bersama dalam kebaikan. Jika ada kebenaran dalam tulisan saya, itu semata-mata petunjuk dari Allah. Namun, jika ada kekeliruan, itu murni dari kedangkalan ilmu saya sebagai manusia biasa.
Hubungi Saya
Saya sangat terbuka untuk diskusi, kritik, atau saran. Silakan sapa saya melalui media sosial di bawah ini.
[Youtube]
Barakallahu fiikum.
Disclaimer:
Segala tulisan yang berkaitan dengan hukum syariat di blog ini telah berusaha merujuk pada dalil dan pendapat ulama yang mu’tabar. Namun, saya sangat terbuka terhadap diskusi ilmiah. Jika ditemukan kekeliruan, mohon tegur sapa melalui kontak yang tersedia.